You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DPRD Denpasar Pelajari Penataan Kota di Jakut
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

DPRD Denpasar Pelajari Penataan Kota di Jakut

Belasan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Denpasar, Provinsi Bali melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Jakarta Utara, Selasa (9/6). Dalam kunjungannya, anggota DPRD Bali menyoroti penataan kota sebagai bahan kajian pembangunan kota Denpasar.

Ada beberapa bahan kajian yang disampaikan bisa menjadi masukan bagi kami melakukan pembangunan. Seperti bagaimana menangani sampah dan menata kota jadi lebih tertata

Penataan kota yang dimaksud yakni tentang konsep penanganan sampah, refungsi kali dan waduk, serta penanganan pedagang kaki lima (PKL). Selain itu, penanganan relokasi warga juga menjadi materi kajian yang banyak menarik perhatian.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariana Wandhira S mengatakan, karakteristik Jakarta Utara tidak jauh berbeda dengan kota Denpasar, Bali. Dengan tingkat kepadatan dan kemajemukan penduduk yang terus meningkat, Denpasar berpotensi memiliki persoalan dengan penataan kota.

Kumpulkan Data Reklamasi Pulau, Ketua DPRD Temui Djarot

"Ada beberapa bahan kajian yang disampaikan bisa menjadi masukan bagi kami melakukan pembangunan. Seperti bagaimana menangani sampah dan menata kota jadi lebih tertata," ujarnya, Selasa (9/6).

Diakui Wayan, selama ini pihaknya sudah mendengar tentang penataan kota yang sudah dilaksanakan oleh Pemkot Jakarta Utara. Akan tetapi, untuk mengetahui secara detail, pihaknya perlu mendengar secara langsung untuk dijadikan bahan kajian.

Sementara itu, Wakil Walikota Jakarta Utara, Wahyu Haryadi mengatakan, pihaknya menjelaskan bagaimana proses refungsi Waduk Pluit yang merelokasi 4.000 dari 7.000 warga ke rusunawa.

Selain itu, dijelaskan pula mengenai penerapan skala prioritas relokasi di tengah keterbatasan unit rusunawa di DKI Jakarta. Hal serupa juga diterapkan dalam penanganan PKL di sejumlah wilayah.

Mengenai penanganan sampah, tambah Wahyu, Pemkot Jakut menerapkan pengaturan waktu pengangkutan yang terjadwal agar tidak terjadi penumpukan di Lokasi Penampungan Sementara (LPS) sampah. Selain itu, volume pengangkutan pun ditambah dengan memaksimalkan kendaraan pengangkut sampah yang ada.

"Untuk dapat merealisasikan semua itu tentu butuh adanya kesadaran dari masyarakat. Untuk mewujudkannya, kita tidak bosan untuk terus melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6981 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5723 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye4251 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2163 personFakhrizal Fakhri
  5. Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

    access_time30-10-2026 remove_red_eye2030 personDessy Suciati